Bukan Deodoran, 6 Fakta Antiperspirant yang Harus Anda Ketahui

Apa jenis produk yang Anda pakai untuk mencegah bau ketiak dan keringat berlebih di badan? Apakah produk tersebut adalah deodoran atau antiperspirant? Jika selama ini Anda menganggap keduanya merupakan produk yang sama, namun hanya memiliki sebutan yang berbeda, Anda sudah salah kaprah. Berikut ini adalah beberapa fakta tentang antiperspirant yang perlu Anda tahu.

antiperspirant
  • Antiperspirant Memiliki Fungsi yang Berbeda dengan Deodoran

Walau selama ini sering dianggap sebagai produk yang sama, namun sebenarnya kedua produk berbeda, terutama dari segi pemanfaatannya. Deodoran mencegah bau badan, dengan membunuh bakteri penyebab bau badan. Sedangkan produk antiprespiran berfungsi untuk menyumbat kelenjar keringat. Saat Anda memakainya, produksi keringat yang biasanya melimpah, akan jadi berkurang. 

  • Antiperspirant Tergolong ke Dalam Jenis Obat-obatan

Berbeda dengan produk deodoran yang termasuk ke dalam produk kosmetik, produk antiprespiran tergolong ke dalam jenis obat-obatan. Pengklasifikasian ini didasari atas cara kerjanya yang mencegah atau mengurangi ekskresi keringat, yang merupakan aktivitas alami yang terjadi di tubuh Anda. Dengan menggunakannya, produksi keringat yang dapat memicu bau badan pun jadi berkurang.

  • Tubuh Bisa Jadi Kebal atas Produk Antiperspirant yang Dipakai

Dr. Han Lee, asisten profesor bidang dermatologi University of Southern California, mengatakan bahwa tubuh bisa menjadi kebal atas produk penghambat keringat. Tubuh akan beradaptasi dengan produk yang menyumbat kelenjar keringat ini, dengan memproduksi lebih banyak keringat di kelenjar yang lain. Untuk dapat menghindarinya, sebaiknya ganti produk anti keringat ini 6 bulan sekali.

  • Aluminium yang Dikandung Antiperspirant Picu Noda Kuning

Umumnya, bahan utama yang terkandung dalam produk antiperspirantadalah aluminium. Aluminium ini yang berfungsi untuk menyumbat kelenjar keringat. Namun sayangnya, aluminium juga yang menjadi pemicu utama munculnya noda kuning pada bagian ketiak pakaian Anda. Saat aluminium yang sifatnya menyerap asam kontak dengan keringat, maka noda kuning pun berisiko untuk muncul.

Untuk mencegah atau mengurangi intensitas munculnya noda kuning ini, Anda bisa melakukan beberapa hal. Pertama, Anda bisa beralih ke produk antiperspiran yang tak memakai aluminium sebagai bahan dasar. Kedua, gunakan produk ini dalam keadaan ketiak yang sudah kering, agar tak terjadi kontak dengan keringat. Terakhir, biarkan produk ini mengering, sebelum Anda berpakaian.

  • Pemakaian Antiperspirant Setelah Mencukur Bisa Sebabkan Iritasi

Hindari pemakaian produk pencegah keringat ini, saat Anda baru saja selesai mencukur bulu ketiak. Jika Anda memaksakan diri untuk memakainya, bisa-bisa ketiak Anda mengalami iritasi. Iritasi ini terjadi akibat kondisi kulit ketiak yang sedang kering, mengalami kontak dengan produk yang mengandung bahan kimia. Sebaiknya tunggu hingga 1 atau 2 hari, sebelum Anda memakainya kembali.

  • Waktu Terbaik Memakai Antiperspirant adalah di Malam Hari

Jika ingin mendapatkan efek optimal dari produk pencegah keringat ini, sebaiknya pakai produk ini di malam hari, bukan saat akan bepergian. Alasannya karena produksi keringat yang lebih sedikit di malam hari. Sebelum tidur, aplikasikan produk ini agar bahan aktifnya langsung bekerja menyumbat kelenjar keringat. Besoknya, Anda bisa langsung beraktivitas tanpa memakainya lagi.

Itulah tadi 6 fakta mengenai antiperspirant, yang berfungsi untuk mencegah produksi keringat berlebih di bagian ketiak. Produk ini berbeda dengan deodoran, yang berguna untuk membunuh bakteri penyebab bau badan. Agar efek pemakaiannya bisa optimal, biasakan diri Anda untuk membiarkannya kering dulu sebelum berpakaian. Setelah itu dijamin, Anda akan semakin nyaman beraktivitas.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.