Poin yang Harus Ada Dalam Desain Label Makanan

Dalam mendirikan usaha makanan kemasan, Anda tentu membutuhkan tanda pengenal sebagai ciri khas atau pembeda antara produk Anda dengan produk olahan makanan lainnya. Akan tetapi, Anda harus memahami bahwa ada beberapa hal yang sangat penting untuk ada dalam desain label makanan. Poin-poin tersebut akan dijabarkan dalan uraian berikut.

poin-dalam-desain-label-makanan

Nama Produk

Nama produk ialah pernyataan yang menerangkan identitas produk makanan. Mudahnya, nama produk adalah nama jenis olahan, contohnya “Mitra Abadi Keripik Tempe”. “Mitra Abadi” merupakan nama dagang, sedangkan “Keripik Tempe” merupakan nama produk. Penulisan nama produk ini harus disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Nama Dagang

Sebagian orang mungkin belum mengetahui apa perbedaan nama produk dan nama dagang. Jika nama produk merupakan identitas suatu produk, maka nama dagang merupakan nama yang terdiri dari kata, huruf, angka, atau kombinasi dari unsur tersebut yang menjadi ciri khas produsen. Nama dagang ini lebih sering dikenal dengan istilah brand/merk.

Berat Bersih/Isi Bersih

Komponen selanjutnya yaitu keterangan kuantitas atau jumlah pangan olahan dalam label kemasan. Apabila produk tersebut merupakan makanan padat, maka menggunakan istilah berat bersih.

Berbeda dengan istilah isi bersih yang digunakan untuk produk makanan cair. Akan tetapi, ada beberapa jenis produk tertentu yang dapat menggunakan kedua istilah tersebut, misalnya pasta.

Nama dan Alamat Produsen

Komponen keempat yang wajib ada dalam desain label makanan ini dapat memuat nama perusahaan, nama kota tempat produksi, dan kode pos. Jika produk tersebut akan diekspor, maka penting untuk menambahkan nama negara yang memproduksi. Apabila produk tersebut berasal dari luar negeri, maka hendaknya menyertakan nama distributor atau importir.

Nomor Pendaftaran

Nomor pendaftaran produk dapat berupa MD/ML/P-IRT. Nomor MD/ML (Makanan Dalam / Luar Negeri) dapat diperoleh di BPOM, sedangkan P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) diperoleh di Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten setempat. MD/ML diproduksi oleh industri menengah besar, sedangkan P-IRT diproduksi oleh industri mikro kecil.

Tanggal Kedaluwarsa

Dalam label kemasan produk makanan, tanggal kedaluwarsa ditulis “Baik digunakan sebelum.” Komponen ini sangat penting karena menyangkut keterangan sampai kapan produk makanan tersebut masih bisa dikonsumsi. Tanggal kedaluwarsa ini berlaku sepanjang penyimpanan pangan yang dilakukan konsumen mengikuti petunjuk produsen.

Kode Produksi

Kode ini adalah kode yang menjelaskan riwayat kapan sebuah produk pangan olahan diproduksi. Kode ini berupa tanggal produksi yang terdiri dari tanggal, bulan, dan tahun. Kode produksi digunakan oleh pihak internal perusahaan produsen untuk kepentingan pengawasan mutu produk.

Komposisi

Komposisi yaitu uraian mengenai bahan apa saja yang digunakan untuk membuat produk tersebut. Pada label makanan, Anda juga bisa menambahkan jumlah takaran yang digunakan pada setiap bahannya. Penulisan komposisi ini diurutkan dari penggunaan terbanyak.

Label Halal, Kandungan Nilai Gizi, dan Barcode (kode batang)

Label halal yang tertera harus memiliki persetujuan dari Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM. Label kandungan nilai gizi berguna sebagai bahan pertimbangan konsumen untuk memilih suatu produk. Barcode merupakan kumpulan data optik yang dibaca mesin. Ketiganya tidak wajib ada dalam label makanan, namun sangat disarankan keberadaannya.

Label makanan sejatinya berfungsi memberi keterangan, sehingga memudahkan calon pembeli dalam memahami detail dari produk Anda. Menaruh perhatian khusus terhadap kedelapan poin penting di atas dalam pembuatan desain label makanan akan menjadikan produk Anda mampu bersaing di pasaran yang tentunya meningkatkan penghasilan Anda.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.